Cerita menjadi seru karena mereka juga diburu polisi khusus Prancis, yang menduga Langdon sebagai pembunuh Sauniere. Sebelum akhirnya cerita kembali lagi ke Louvre, tempat pembunuhan terjadi, pembaca dihadapkan pada serentetan kode, teka-teki, misteri, dan cerita konspirasi yang memukau. Sampai akhirnya, terbongkarlah konspirasi yang sudah berlangsung 2000 tahun yang terkait dengan sejarah agama Kristen, Yesus, dan Biarawan Sion di masa lalu yang melibatkan tokoh kondang., seperti Leonardo Da Vinci, Isaac Newton, Botticelli, dan Victor Hugo.
Brown lihai membangun cerita lewat dialog yang lahir dari Sophie dengan Langdon, Sophie dengan Teabing, dan antarmereka bertiga. Dalam dialog itulah, beragam tafsir kontroversial Brown muncul. Misalnya, di Bab 55, dialog Sophie dan Teabing membawa pembaca pada tafsir baru mengenai Konsili Nicaea tahun 325. Pertemuan uskup sedunia itu, menurut Brown, diselenggarakan atas gagasan kaisar Romawi, Kaisar Konstantin. Tujuannya untuk menekan puluhan ajaran keagamaan yang waktu itu muncul. Dalam kesempatan itu, kaisar mendesakkan doktrin soal keilahian Yesus Kristus.
Konsili itu, di mata Brown, penuh muatan politis, yakni hendak menaklukkan dan menyatukan rakyat dalam ideologi tunggal di bawah Kekaisaran Roma. Dengan membuat penyeragaman tersebut, Brown menambahkan, dominasi atas rakyat di wilayah kekuasaan Romawi relatif lebih mudah dilakukan. Gereja selama berabad-abad berpijak pada hasil konsili itu.
Tafsir lain yang juga kontroversial adalah soal Holy Grail atau Cawan Suci yang tampak dalam lukisan Perjamuan Terakhir (The Last Supper) karya Leonardo Da Vinci. Dalam bible dikisahkan, sebelum disalibkan, malam harinya Yesus melakukan perjamuan terakhir bersama ke-12 muridnya. Dalam perjamuan itu, mereka minum anggur dari cawan atau piala, dan memakan roti tak beragi. Menurut Brown, lukisan Da Vinci yang tak menampakkan piala itu menyimpan suatu pesan khusus. Ia berkeyakinan, cawan itu sekedar metafora, yang artinya adalah garis suci keturunan. Kata itu diambil dari terminologi bahasa Perancis abad pertengahan, Sangraal (Holy Grail), dari sang (blood berarti darah) dan raal (royal berarti suci). Darah suci atau garis suci keturunan itu, menurut Brown, asalnya dari Yesus dan Maria Magdalena, yang menurunkan Dinasti Merovingian di Perancis abad pertengahan. Bagi Brown, Cawan Suci yang selama ini ditutup-tutupi itu adalah Maria Magdalena itu sendiri.
Yesus telah menikahi Maria Magdalena. Cuma, hal ini sampai sekarang tertutup rapat. Otoritas Gereja menutupinya, karena bertentangan dengan doktrin Yesus sebagai Tuhan. Tak ayal, buku Brown ini telah meruntuhkan akidah kristiani bahwa ternyata Yesus punya istri dan anak. Anak keturunan Yesus itulah – salah satunya Leonardo Da Vinci – yang diburu dan dihabisi oleh kalangan mapan gereja.
Cerita mengenai ini ada pada legenda yang hidup di abad ke-11. Brown rupanya mengacu ke sana. Isinya menyebutkan bahwa Maria Magdalena kemudian datang ke Prancis dan mendarat di Marsailles. Ia muncul sebagai wanita Yahudi terhormat dari Galilea, Israel. Sampai kini masih diyakini bahwa keturunannya hidup di Prancis dan menurunkan beberapa nama besar, seperti Leonardo Da Vinci, Newton, dan Hugo.
Menurut para pengkritiknya, meskipun Brown meyakini semua jalinan cerita novel itu sebagai fakta kebenaran, materi dasar cerita itu dinilai tak kredibel, dan dinterpretasikan serampangan. Untuk kepentingan novel terbarunya itu, ia mengekplorasi beberapa buku, seperti The Gnostic Gospels karya Elaine Pagels, The Templar Revelation : Secret Guardians of the True Identity of Christ tulisan Lyn Pick-nett dan Clive Prince.
Buku lain yang mempengaruhi novel Brown adalah Holy Blood, Holy Grail dari Michael Baigent, Richard Leigh, dan Henry Lincoln. Selain itu, masih ada lagi penulis perempuan yang mempengaruhi penggemar Shakespeare itu, yaitu Margaret Starbird dengan buku berjudul : The Goddes in the Gospels, Reclaiming the Sacred Feminine dan The woman with Holy Jar : Mary Magdalena and the Holy Grail. Oleh para pengkritiknya, buku-buku itu adalah “omong kosong yang keterlaluan.”
Sumber : Majalah Insani, April 2005





YESUS BERSABDA (MAAF LUPA DIMANA AYATNYA) :
ReplyDeleteTETAPI KURABG LEBIHNYA SEPERTI INI :
KAMU AKAN DIBENCI OLEH DUNIA INI, DIFITNAH DIKUCILKAN, DIANIAYA, BAHKAN DIBUNUH, TETAPI BUKAN KAMU YANG DIBENCI ........ TETAPI KARENA NAMAKU (YESUS)
JADI KAMI BETUL SANGAT MENGIMANI APA YANG PERNAH DISABDAKAN OLEH TUHAN YESUS YANG TERTULIS DIDALAM ALKITAB (BIBLE.
MARI SUADARAKU SEMUA KITA TIDAK USAH MENCELA, MENFITNAH, MENCARI KELEMAHAN, ATAU BAHKAN BERENCANA MEMBUNUH (MEMUSNAHKAN)SAUDARA LAIN, ALANGKAH LEBIH BAIK KITA BERDO'A APAPUN AGAMA / KEPERCAYAAN ANDA DAN SIAPAPUN TIDAK TAHU PASTI APAKAH KITA BERADA DIJALAN TUHAN, KARENA KITA HARUS MENYADARI DAN SAYA JUGA SADAR APALAGI PADA SAAT-SAAT JAMAN SEPERTI INI, KITA HARUS MENCARI NUR ILLAHI YANG SEJATI, ALLAH/ TUHAN YANG SEJATI KARENA TIDAK SEORANGPUN YANG DAPAT MEMBERI PETUNJUK KEJALAN TERSEBUT TANPA BELASKASIHAN TUHAN/ALLAH, DAN ITUPUN JIKA KITA MAU MOHON BELASKASIHAN DARI TUHAN.
SEKIAN SEDIKIT MUNGKIN SARAN ATAU NASEHAT,
MUNGKIN KAPAN-KAPAN KITA BISA BERDISKUSI BAGAIMAN KITA BISA MENEMUKAN SIROUTOL MUSTAQIM, JALAN YANG BENAR2 LURUS.
TUHAN AKAN MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG YANG MAU MERENDAKAN DIRINYA BAIK DIHADAPAN TUHAN MAUPUN SESAMA. AMIN
SEMOGA BERKAH DAN ANUGERAH DARI YANG ILLAHI MENYERTAI KITA SEMUA